Prosedur Moss
Dalam industri telekomunikasi, MoSS (Modernization of Sub-System) atau sering disebut sebagai Modernisasi adalah prosedur penggantian perangkat lama (legacy) dengan perangkat baru yang lebih efisien, biasanya untuk mendukung teknologi terbaru seperti 4G atau 5G.
Berikut adalah panduan prosedur standar MoSS pada BTS selular:
1. Persiapan Pra-Integrasi (Pre-Check)
Sebelum tim berangkat ke site, koordinasi antara tim lapangan dan Back Office (BO) sangat krusial.
Site Audit: Memastikan ruang di rak (rack space), ketersediaan daya (power supply), dan jalur transmisi mencukupi.
Inventory Check: Memastikan semua modul (BBU, RRU, SFP, Antena) sesuai dengan BoQ (Bill of Quantity).
Backup Config: Melakukan backup data konfigurasi dari perangkat lama sebagai langkah antisipasi jika terjadi kegagalan.
2. Prosedur Eksekusi Lapangan
Langkah ini dilakukan saat jendela waktu pengerjaan (Maintenance Window), biasanya pada jam 00:00 – 05:00 WIB untuk meminimalisir dampak gangguan layanan.
Pemasangan Perangkat Baru: Menginstal BBU (Baseband Unit) baru di rak dan memasang RRU (Remote Radio Unit) di tower jika diperlukan.
Cabling: Menghubungkan kabel power, grounding, dan kabel FO (Fiber Optic) dari BBU ke RRU.
Swap Transmisi: Memindahkan jalur transmisi (E1 atau Ethernet/IP) dari perangkat lama ke perangkat baru.
Dismantle Perangkat Lama: Melepas perangkat lama setelah perangkat baru dipastikan aktif.
3. Komisioning & Integrasi
Setelah hardware terpasang, perangkat harus "dihidupkan" secara sistem.
Loading Script: Tim BO mengunggah script konfigurasi ke perangkat baru.
Software Update: Memastikan versi firmware perangkat berada pada versi yang stabil dan sesuai standar operator.
Alarm Clearing: Memastikan tidak ada alarm kritis (seperti VSWR High, Fiber Link Down, atau Mains Failure).
4. Post-Modernization (Verifikasi)
Langkah terakhir untuk memastikan kualitas sinyal tidak menurun setelah dimodernisasi.
Single Site Verification (SSV): Melakukan Drive Test di sekitar site untuk mengecek throughput data, drop call rate, dan hand-over.
Call Test: Melakukan tes telepon, SMS, dan layanan data (Ping & Speedtest).
Reporting: Menyusun dokumen Acceptance Test Procedure (ATP) sebagai bukti pekerjaan telah selesai sesuai standar.
Ringkasan Checklist MoSS
| Tahap | Aktivitas Utama | Output |
| Persiapan | Audit & Backup | Data Baseline |
| Instalasi | Swap Hardware | Perangkat Terpasang |
| Integrasi | Scripting & Config | Site On-Air |
| Optimasi | SSV / Drive Test | Laporan ATP |
Perlu diingat: Setiap vendor (Huawei, Ericsson, Nokia, ZTE) memiliki software manajemen (U2000, ENM, NetAct) yang berbeda untuk proses integrasi ini.
Sample Draft Checklist Acceptance Test Procedure (ATP) yang umum digunakan untuk memverifikasi pekerjaan MoSS. Anda bisa menyesuaikan ini ke dalam format Excel atau PDF untuk laporan resmi ke pihak operator.
Laporan Checklist ATP MoSS (Modernization of Sub-System)
Informasi Site:
Site ID / Name: ____________________
Vendor (Old/New): ____________________
Tanggal Eksekusi: ____________________
Nama Tim / Pelaksana: ____________________
1. Checklist Pekerjaan Fisik (Hardware Installation)
| No | Item Pekerjaan | Status (OK/NOK) | Catatan |
| 1.1 | Pemasangan BBU di Rack/Cabinet | [ ] | Rapi dan kokoh |
| 1.2 | Pemasangan RRU di Tower | [ ] | Sesuai azimuth/tilt |
| 1.3 | Labeling Kabel (Power, FO, Alarm) | [ ] | Jelas dan tidak tertukar |
| 1.4 | Grounding Perangkat | [ ] | Terhubung ke bar grounding |
| 1.5 | Kebersihan Site (Dismantle material) | [ ] | Bekas perangkat lama dirapikan |
2. Checklist Integrasi & Software
| No | Item Pekerjaan | Status (OK/NOK) | Nilai / Versi |
| 2.1 | Software/Firmware Version | [ ] | Versi: ________ |
| 2.2 | Transmisi / IP Backhaul Status | [ ] | Up / Connected |
| 2.3 | Alarm Clearing (External/Internal) | [ ] | No Critical Alarm |
| 2.4 | Cek VSWR (Maks. 1.5) | [ ] | Nilai: ________ |
3. Checklist Tes Layanan (Service Test)
| No | Layanan | Status (OK/NOK) | Hasil / Throughput |
| 3.1 | Voice Call (2G/3G/VoLTE) | [ ] | Success / Clear |
| 3.2 | Data Upload (Speedtest) | [ ] | ____ Mbps |
| 3.3 | Data Download (Speedtest) | [ ] | ____ Mbps |
| 3.4 | Ping / Latency | [ ] | ____ ms |
4. Checklist Dokumentasi Foto
[ ] Foto BBU Tampak Depan
[ ] Foto RRU & Antena di Tower
[ ] Foto Grounding & Labeling Kabel
[ ] Screenshot Hasil Speedtest
[ ] Screenshot Alarm List (Clean)
Persetujuan:
(Tanda Tangan)
Pihak Vendor / Kontraktor
(Tanda Tangan)
Pihak Operator (Owner)
Tips Tambahan:
Jika Anda menggunakan perangkat Huawei, pastikan nilai VSWR dicek melalui command LST RET atau DSP VSWR. Untuk Ericsson, pastikan unit fungsional seperti RadioUnit dan Baseband dalam status Operative.
=======================================================================
Karena setiap vendor memiliki sintaks yang berbeda, berikut adalah detail command dasar (CLI) untuk dua vendor yang paling umum digunakan di Indonesia, yaitu Huawei dan Ericsson.
Command ini biasanya digunakan oleh tim Back Office (BO) atau integrasi untuk memverifikasi apakah site sudah normal setelah proses MoSS.
1. Vendor Huawei (MML Command via LMT/U2000/NCE)
Huawei menggunakan perintah berbasis teks yang disebut MML (Man-Machine Language).
| Tujuan Pengecekan | Command MML | Keterangan |
| Cek Alarm | LST ALMFG | Melihat daftar alarm aktif pada site. |
| Cek Status Hardware | DSP BRD | Mengecek status board BBU (harus Normal / Operational). |
| Cek Status RRU | DSP RRU | Memastikan RRU terdeteksi dan tidak ada masalah komunikasi. |
| Cek Nilai VSWR | DSP VSWR | Mengecek pantulan sinyal antena (idealnya < 1.5). |
| Cek Status Sel (On Air) | DSP CELL | Memastikan status sel sudah Active dan Unlocked. |
| Cek Transmisi | DSP IPPATH | Mengecek konektivitas IP ke arah core network. |
2. Vendor Ericsson (via Moshell/ENM)
Ericsson menggunakan command singkat yang dijalankan melalui terminal Moshell (AMOS).
| Tujuan Pengecekan | Command Moshell | Keterangan |
| Cek Alarm | alt | Menampilkan semua alarm yang sedang aktif. |
| Cek Status Hardware | st bbu atau cab | Mengecek kondisi cabinet dan unit baseband. |
| Cek Status Sel | st cell | Melihat apakah sel 2G/3G/4G sudah Enabled dan Active. |
| Cek Status Radio (RRU) | st radio | Memastikan unit radio dalam kondisi Operative. |
| Cek VSWR | inv atau get . vswr | Melihat inventori dan hasil scan VSWR pada port antenna. |
| Cek Transmisi | st ip atau st hub | Memverifikasi status link transmisi/ethernet. |
| Restart Unit | acc [proxy] restart | Melakukan restart pada unit tertentu jika diperlukan. |
3. Vendor Nokia (via NetAct / WebUI)
Nokia biasanya lebih banyak menggunakan GUI, namun untuk CLI sering menggunakan perintah berbasis objek.
Cek Alarm:
ZHO;Cek Status Sel:
ZEEI;(untuk melihat status operasional sel)Cek Hardware:
ZEQO;atauZEPI;
Prosedur Verifikasi Akhir (Command Umum)
Setelah menjalankan command di atas, pastikan Anda melakukan hal berikut:
Unlock Cell: Jika sel masih berstatus Locked, gunakan command
MOD CELL(Huawei) atauset [cell] administrativeState=1(Ericsson).Clear Alarm: Jika ada alarm "Mains Failure", cek power. Jika "Low Optical Power", cek kabel FO/SFP.
Audit Konfigurasi: Bandingkan jumlah sel dan frekuensi dengan data sebelum MoSS untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.






