Prosedur ATP
Prosedur ATP (Acceptance Test Procedure) pada perangkat BTS (Base Transceiver Station) selular menggunakan kompas bertujuan untuk memastikan bahwa Azimuth antena sektoral telah sesuai dengan perencanaan jaringan (Nominal Plan).
Ketidakakuratan arah antena dapat menyebabkan masalah cakupan (coverage gap) atau interferensi antar sel. Berikut adalah panduan langkah-langkah prosedurnya:
1. Persiapan Alat dan Dokumen
Sebelum naik ke tower, pastikan hal-hal berikut siap:
Dokumen TSSR/BoQ: Untuk melihat data teknis (Azimuth, Tilt, dan Ketinggian).
Kompas: Biasanya menggunakan kompas bidik (Suunto) atau kompas digital yang sudah dikalibrasi.
GPS: Untuk verifikasi koordinat site.
Alat Pelindung Diri (APD): Full body harness, helm, dan sepatu safety.
2. Kalibrasi Kompas
Penting untuk memastikan kompas akurat sebelum melakukan pengukuran:
Jauhkan kompas dari benda logam besar atau medan magnet tinggi (seperti trafo) saat kalibrasi.
Pastikan pengaturan Deklinasi Magnetik sudah disesuaikan dengan lokasi geografis site agar hasil bidikan sesuai dengan True North (Utara Sebenarnya), bukan hanya Magnetic North.
3. Langkah Pelaksanaan di Atas Tower
Proses ini dilakukan oleh teknisi tower (climber) dengan arahan dari supervisor di bawah atau dilakukan mandiri sesuai standar keselamatan.
Posisi Pengukuran: Berdirilah tepat di belakang antena sektoral.
Kelurusan (Alignment): Letakkan kompas sejajar dengan arah hadap antena. Jika menggunakan kompas bidik, arahkan garis bidik searah dengan garis tengah (center line) antena.
Pembacaan Derajat: Baca angka derajat yang ditunjukkan oleh jarum kompas.
Contoh: Sektor 1 biasanya mengarah ke 0° atau 30°, Sektor 2 ke 120°, dan Sektor 3 ke 240°.
Verifikasi Toleransi: Bandingkan hasil bacaan dengan data Nominal Plan. Biasanya, toleransi kesalahan yang diizinkan adalah ± 5°.
4. Dokumentasi (Foto Bukti)
Foto dokumentasi adalah syarat mutlak dalam laporan ATP:
Foto Close-up: Foto kompas yang diletakkan menempel pada antena yang menunjukkan angka derajat dengan jelas.
Foto Perspektif: Foto antena beserta latar belakang arah bidikannya untuk memberikan gambaran cakupan area.
5. Penyesuaian (Jika Diperlukan)
Jika hasil pengukuran melebihi batas toleransi:
Kendurkan baut pada bracket antena.
Putar antena secara perlahan hingga mencapai sudut Azimuth yang diinginkan.
Kencangkan kembali baut dan lakukan pengukuran ulang untuk memastikan posisi tidak berubah saat baut dikencangkan.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan:
Peringatan: Struktur tower yang terbuat dari besi dapat mempengaruhi jarum magnetik pada kompas manual. Disarankan untuk mengambil jarak sekitar 50cm-1m dari tiang utama jika memungkinkan, atau menggunakan alat khusus seperti Antenna Alignment Tool (AAT) yang berbasis GPS/GNSS untuk akurasi yang lebih tinggi pada tower yang sangat padat logam.





