Konfigurasi AAU ZTE 965X

AAU (Active Antenna Unit) seri 965X (seperti tipe A9652D, A9653, dll.) merupakan perangkat Massive MIMO Sub-6GHz terintegrasi yang menggabungkan fungsi antena radio dan RF transceiver dalam satu unit blade. Perangkat ini umumnya digunakan untuk menggelar jaringan 5G NR (serta konvergensi FDD/TDD 4G LTE).

Konfigurasi teknis dan arsitektur utama dari seri ZTE 965X meliputi aspek berikut:
1. Konfigurasi Antena & Transmisi (Tx/Rx)
Seri ini menggunakan teknologi Massive MIMO tingkat tinggi yang dikonfigurasi untuk area urban padat maupun sub-urban:
  • 64T64R atau 32T32R: Memiliki konfigurasi 64 saluran pancar (Tx) dan 64 saluran terima (Rx), atau 32Tx32Rx untuk efisiensi ruang dan biaya.
  • Kapasitas Output Power: Mendukung daya total hingga 400W, memungkinkan jangkauan sinyal yang kuat dan kapasitas pengguna yang besar.
2. Konfigurasi Frekuensi (Dual-Band / Multi-Band)
Untuk menekan Total Cost of Ownership (TCO) dan menghemat beban menara (tower space), seri 965X mendukung arsitektur dual-frequency bands secara simultan dalam satu perangkat blade:
  • Kombinasi spektrum populer: 2.6 GHz + 3.5 GHz.
  • Kombinasi spektrum alternatif: 2.3 GHz + 3.5 GHz.
  • Mendukung bandwidth ultra-lebar (ultra-broadband) hingga 400MHz.
3. Konektivitas Optik (Kabel Fiber ke BBU)
Tergantung pada sub-model spesifik yang diinstal di lapangan (misalnya arsitektur pembaruan perangkat hardware), konfigurasi interkoneksi ke BBU (Baseband Unit) menggunakan interface optik (CPRI/eCPRI):
  • A9652A S23: Single-Fiber: Beberapa varian (seperti tipe A9652A S23) hanya membutuhkan 1 kabel fiber optik untuk transmisi data menuju BBU.
  • A9652D M2326: Dual-Fiber: Varian kapasitas tinggi lainnya (seperti tipe A9652D M2326) dikonfigurasi menggunakan 2 kabel fiber optik guna menangani throughput data yang lebih masif.
4. Fitur Manajemen Daya & Efisiensi Green Energy
Secara sistem, AAU seri 965X dikonfigurasi dengan kemampuan software-upgraded hibernation. Saat trafik jaringan berada pada titik nol (misalnya saat dini hari), unit radio dapat masuk ke mode hibernasi secara otomatis sehingga konsumsi dayanya turun hingga di bawah 5W.

berikut adalah panduan teknis yang lebih spesifik mengenai konfigurasi kabel (wiring), antarmuka (interface), dan integrasi link eCPRI untuk unit blade ZTE AAU Seri A9652 (seperti tipe A9652D / A9652H) menuju BBU (Baseband Unit).

1. Tata Letak Antarmuka & Port Fisik (Wiring Layout)
Di bagian bawah blade AAU ZTE Seri 9652, terdapat panel interface utama yang digunakan untuk koneksi daya, grounding, data, dan monitoring:
  • Port ANT (RF Test Port): Digunakan untuk keperluan kalibrasi internal perangkat.
  • Port OPT1 / OPT2 (Antarmuka Optik/eCPRI): Menggunakan transceiver SFP+ (umumnya berkecepatan 10 Gbps atau 25 Gbps) untuk dihubungkan ke modul BBU (papan VBP atau UBP).
  • Port PWR (-48V DC): Port input daya utama. Menggunakan konektor khusus anti-air (biasanya tipe bayonet/circular).
  • Port AISG / MON: Digunakan untuk monitoring perangkat eksternal atau kontrol kemiringan antena elektrik (Electrical Tilt).
  • GND Terminal: Titik grounding utama logam bodi AAU ke bar grounding menara (tower ground bar).

2. Panduan Koneksi Kabel & Serat Optik (Fiber Connection)
Untuk instalasi fisik di lapangan (site deployment), pastikan urutan pemasangan kabel mengikuti prosedur standar:
  1. Grounding (Wajib Pertama): Hubungkan kabel grounding (berwarna kuning-hijau, minimal ukuran 16 mm²) dari grounding lug AAU ke ground bar menara untuk mencegah kerusakan akibat sambaran petir atau induksi listrik statis.
  2. Kabel Optik (eCPRI / CPRI):
    • Masukkan modul SFP+ ke dalam Port OPT1 pada AAU.
    • Pasang ujung kabel optik luar ruang (outdoor patch cord) berpelindung ke SFP+.
    • Tarik kabel optik ke bawah menara menuju kabinet BBU, lalu hubungkan ke port CPRI/eCPRI pada papan baseband BBU (misalnya slot papan VBPG atau sejenisnya).
    • Catatan: Jika menggunakan varian dual-band kapasitas tinggi seperti AAU A9652D 440M, Anda mungkin perlu menghubungkan port OPT1 dan OPT2 secara bersamaan ke BBU untuk mengakomodasi kapasitas bandwidth agregat hingga 400MHz.
  3. Kabel Daya DC:
    • Pastikan MCB daya di kabinet dalam kondisi OFF sebelum menyambung kabel.
    • Rakit konektor daya DC outdoor pada ujung kabel power AAU. Pastikan kutub negatif (-48V) dan kutub positif (RTN/0V) tidak tertukar.
    • Pasang konektor tersebut ke port PWR di AAU hingga mengunci sempurna (click).
3. Langkah Awal Integrasi & Komisioning Perangkat (Software Config)
Setelah semua koneksi fisik dan daya aktif, proses integrasi jaringan dilakukan via LMT (Local Maintenance Terminal) atau dari pusat kontrol (U31 / NetNumen OSS ZTE):
  1. Pengecekan Status Link Optik:
    • Pastikan lampu LED indikator port optik di AAU dan BBU menyala hijau konstan (artinya sinkronisasi lapisan fisik / physical layer eCPRI berhasil).
    • Periksa nilai Rx/Tx optical power lewat perintah command untuk memastikan redaman kabel optik berada dalam batas normal (umumnya antara -3 dBm hingga -12 dBm).
  2. Konfigurasi Data di BBU (Element Management System):
    • Tambah Objek AAU: Daftarkan nomor seri AAU atau aktifkan fitur Auto-Discovery agar BBU dapat mengenali tipe AAU A9652 secara otomatis.
    • Set Slot & Port eCPRI: Konfigurasikan port logika pada BBU agar memetakan transmisi data menuju port fisik optik AAU yang sesuai.
    • Konfigurasi Sel Jaringan (Cell Configuration): Tentukan parameter frekuensi operasional (misalnya band n78 untuk 5G 3.5 GHz), lebar pita frekuensi (bandwidth seluler 100MHz / 200MHz), serta konfigurasi indeks pancaran (beamforming) 3D MIMO yang diinginkan.

4. Spesifikasi Batas Operasional untuk Pemeriksaan Troubleshoot
Saat Anda melakukan instalasi atau troubleshooting, pastikan kondisi lapangan memenuhi parameter standar operasi ZTE AAU A9652H berikut:
  • Tegangan Input: Rentang standar adalah -36V DC hingga -57V DC (nominal -48V DC).
  • Konsumsi Daya Tipikal: Sekitar 480W saat beban penuh (pastikan kapasitas MCB di rectifier mencukupi, disarankan minimal 20A - 25A).
  • Indikator LED Masalah: Jika LED berkedip merah lambat, terjadi alarm minor atau kegagalan konfigurasi perangkat lunak; jika merah konstan, periksa kerusakan hardware perangkat atau malfungsi daya.

Berikut adalah daftar perintah dasar MML yang paling sering digunakan di lapangan untuk operasional BTS, BBU, dan BSC:
1. Perintah MML Huawei (BBU / eNodeB / NodeB)
Perintah Huawei umumnya menggunakan format kata kerja yang jelas seperti DSP (Display), LST (List), ADD, atau MOD.
  • DSP ALMTRC / LST ALMF: Mengecek alarm yang sedang aktif (Current Alarms) di site.
  • DSP BRD: Mengecek status dan kondisi papan/board (seperti UMPT, UBBP) di BBU.
  • DSP CELL: Melihat status operasional sel (apakah cell up atau down).
  • STR CELL / STP CELL: Mengaktifkan (Start) atau menonaktifkan (Stop) sel tertentu.
  • BLK CELL / UBL CELL: Memblokir (Block) atau membuka blokir (Unblock) sel untuk pemeliharaan.
  • DSP TA: Mengecek Timing Advance (jarak pengguna/user ke tower).
  • DSP AU RTWP: Mengecek nilai daya interferensi atau nilai RTWP pada sisi antena.
  • DSP RET: Mengecek nilai kemiringan elektrik antena (tilt).
  • PING: Menguji konektivitas jaringan dari perangkat ke core network.

2. Perintah MML Nokia / NSN (Sisi BSC)
Nokia menggunakan kode singkatan berbasis huruf depan "Z" untuk menjalankan perintah manajemen jaringan.
  • ZEEI:BCF=<Nomor BCF>;: Melihat konfigurasi dasar suatu site atau BCF.
  • ZEOL:<Nomor BCF>;: Melihat daftar alarm aktif khusus pada site tersebut.
  • ZEOL;: Melihat seluruh alarm yang terjadi pada satu BSC sekaligus.
  • ZEEL:BL;: Mengecek apakah ada site, TRX, atau TCH yang mengalami blocking.
  • ZEEI:NAME=<Nama Site>;: Mencari nomor ID BCF berdasarkan nama site.
  • ZEFS:<Nomor BCF>:L;: Mengunci (Lock) site agar tidak memancarkan sinyal.
  • ZEFS:<Nomor BCF>:U;: Membuka kunci (Unlock) site agar kembali beroperasi normal.
  • ZEFR:<Nomor BCF>:OMU;: Melakukan reset pada OMU Link di suatu site.
  • ZAHO:ET,<Nomor ET/PCM>;: Mengecek kendala atau alarm yang terjadi pada link ET/PCM transmission.

Type above and press Enter to search.