Prosedur SIR
1. Prosedur Pembuatan Site Inspection / Investigation Report (SIR)
Jika yang Anda maksud adalah dokumen administrasi dan teknis saat melakukan survei lokasi pembangunan atau audit berkala menara BTS, prosedurnya mengikuti tahapan SITAC (Site Acquisition) dan ATP (Acceptance Test Procedure):
- Tahap Persiapan & Perizinan Akses: Petugas lapangan wajib mengantongi surat tugas dan mendapatkan izin resmi dari pemilik lahan atau pengelola area sebelum memasuki area BTS.
- Inspeksi Infrastruktur Sipil (CME):
- Memeriksa fondasi menara, kekencangan baut baut struktur, serta kondisi fisik tiang (Greenfield atau Rooftop).
- Memeriksa kebersihan, sistem pendingin (AC), dan kondisi fisik bangunan penampung (Shelter).
- Pemeriksaan Sistem Kelistrikan & Grounding:
- Mengukur tegangan listrik dari PLN atau performa mesin genset cadangan.
- Melakukan pengecekan sistem penangkal petir dan mengukur nilai resistansi pembumian (grounding system), biasanya harus di bawah standar yang ditentukan operator (misal < 1 Ohm).
- Pemeriksaan Perangkat Radio & Antena:
- Memverifikasi kesesuaian ketinggian (height), kemiringan (tilt), dan arah hadap (azimuth) antena pemancar agar sesuai dengan desain jaringan.
- Memeriksa jalur kabel feeder, kabel FO (Fiber Optic), serta konektor penunjang.
- Dokumentasi & Pengisian Formulir Laporan: Mengambil foto bukti kondisi lapangan, mencatat semua deviasi atau kerusakan (punchlist), dan menandatanganinya bersama pihak integrator atau operator selaku pemilik proyek.
Jika yang dimaksud adalah parameter kualitas jaringan radio (terutama pada sistem W-CDMA/3G atau pemodelan interferensi 4G/5G), SIR menggambarkan perbandingan kuat sinyal utama dengan total interferensi yang diterima perangkat. Prosedurnya meliputi:
- Prosedur Power Control Otomatis: Perangkat seluler (User Equipment) secara kontinu mengukur SIR dari sinyal downlink yang dipancarkan BTS.
- Perbandingan dengan Target (SIR target): Hasil pengukuran tersebut akan dibandingkan dengan nilai SIR target (ambang batas minimum standar KPI agar layanan panggilan atau data tidak terputus).
- Mekanisme Looping:
- Jika SIR aktual < SIR target, ponsel mengirimkan perintah Transmitter Power Control (TPC) ke BTS agar menaikkan daya pancarnya.
- Jika SIR aktual > SIR target, ponsel memerintahkan BTS menurunkan daya pancar guna menghemat energi serta menekan interferensi bagi sel lain di sekitarnya.
- Analisis Jaringan melalui Drive Test: Teknisi radio RF mengukur parameter SIR langsung di lapangan menggunakan perangkat lunak khusus (seperti TEMS atau Nemo) guna memetakan area interferensi tinggi untuk dilakukan optimasi sudut antena. [1]
